Saturday, 9 November 2013

Cewek berkaki HULK...


Fanny Millsseorang wanita yang mungkin mempunyai Penyakit Milroy. Penyakit ini diwarisi daripada bapanya…


Foto2 Polwan Cantik dan Seksi

Wow... Memang sekarang ini banyak para Polwan di Indonesia maupun di negara lain terlihat Polwan - Polwan-nya super Cantik dan super hot untuk dipandang. Tapi sayang kalau di ejek pasti kita ditangkap...

Ok,,, langsung saja kita lihat sama - sama foto - foto Polwan - polwan yang super Cantik dibawa ini.


























Lurah Cantik Susan Jasmin Zulkifli, Pilihan Jokowi

 
Namanya Susan Jasmine Zulkifli (43). Kini dia menjabat sebagai lurah di Lenteng Agung. Lelang jabatan yang dihelat Jokowi membawa dia ke selatan Jakarta. Dahulu dia bertugas sebagai kepala seksi sarana dan prasarana di Kelurahan Senen.

“Jadi tidak ada yang kata orang, kelurahan itu kerjanya cuma duduk, baca koran. Kan orang nilainya gitu rata-rata. Jadi saya tidak mau orang lihat kelurahan itu seperti itu. Saya turun ya turun saja,” jelas Susan saat ditemui Sabtu (24/8/2013) malam di kantornya.

Susan yang mengenakan blouse coklat ini saat ditemui detikcom baru saja blusukan mengunjungi sejumlah RW. Detikcom yang melakukan janji wawancara, baru bisa bertemu dia malam. Dia meminta maaf, karena mesti tetap melihat kondisi warganya walau di akhir pekan.


 
“Saya suka dari dulu itu seperti ini lho, saya harus ngedata. Kan saya turun, saya foto, sekaligus ngembangin,” jelas Susan Jasmin Zulkifli sambil menunjukkan foto-foto hasil blusukannya, mulai dari jalan berlubang sampai sarana dan prasarana tak memadai.

Bagi jebolan Fisip UI ini, tak mudah bertugas menjadi seorang lurah di kawasan Jakarta. Apalagi, seorang perempuan. Namun dia bertekad untuk menjalankan tugas melayani masyarakat. Diakui dia kadang ada saja suara sumbang soal keberadaan dia.


 
“Dengan turun ke masyarakat saya jadi tahu kondisi masyarakat, lalu daerah rawan bencana seperti banjir, ternyata ada di Lenteng Agung. Kemarin saya datangi waktu Katulampa Siaga 3, itu di Kali ciliwung air sudah tinggal sedikit lagi. Saya berikan bantuan seperti obat-obatan, mie instan, seperti itulah,” urai ibu satu anak ini.

Dahulu Susan Jasmin Zulkifli berkarier di BKKBN, selama 22 tahun dia mengaku hanya sebagai staf. Susan tak tahan, dia ingin berbuat untuk masyarakat. Kemudian dia pindah ke Kelurahan Senen, dan di era Jokowi dia menjabat Lurah Lenteng Agung.

“Kalau saya suka seperti ini, kalau cuma duduk saja saya capek. saya duduk paling pas bikin laporan, ngetik sendiri, ngeprint sendiri, itu saya orangnya,” tutur Susan ramah.

Ahok Galau kalaw Jokowi jadi Presiden

Berbagai survei selalu menempatkan nama Joko Widodo (Jokowi) di urutan teratas dengan elektabilitas tinggi sebagai calon presiden 2014. Gubernur DKI Jakarta itu elektabilitasnya mengalahkan Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie dan Hatta Rajasa.

Karena mempunyai tingkat elektabilitas tinggi, Jokowi digadang-gadang akan maju sebagai capres pada Pemilu 2014. Jokowi sendiri dalam berbagai kesempatan menanggapinya dengan cuek hasil survei.

Meski Jokowi cuek, perasaan berbeda dirasakan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ahok sepertinya resah jika nanti Jokowi benar-benar ingin menjadi calon presiden.

Berikut 4 keresahan Ahok jika Jokowi nyapres,dikutip dari Merdeka:

1. Tidak siap jadi DKI 1
Ahok bingung jika nantinya Jokowi maju sebagai capres atau bahkan menjadi Presiden. Ahok mengaku belum siap memimpin Jakarta tanpa Jokowi.

"Bingung aku. Bener bingung aku. Tidak siap aku jadi DKI 1. Enggak mudah loh menjadi DKI I," ucap Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (17/4) lalu.

Walaupun banyak kebijakan untuk Jakarta berdasarkan pertimbangannya, mantan bupati Belitung Timur ini mengaku tidak mudah memimpin Jakarta tanpa Jokowi. Bahkan, dia mengaku dapat seperti ini berkat Jokowi yang selalu meninjau di lapangan.

"Enggak mudah itu tanpa Pak Jokowi. Saya bisa hari ini kan karena beliau yang kelapangan, ngasih arahan. Saya kan hanya administrator. Mungkin beliau ngajak saya kesana kali jadi menteri (becanda)," jelasnya.

Walaupun begitu, Ahok memastikan tidak tertarik untuk mendampingi Jokowi nyapres. "Gak lah. Gak laku. Siapa yang mau nyalonin," tandasnya.

2. Mikir Jokowi nyapres, enggak bisa kerja
Banyak pihak yang menggadang-gadang Jokowi sebagai Capres Tahun 2014. Tak terkecuali 7 Jenderal menyatakan Jokowi memiliki potensi untuk maju sebagai pemimpin Indonesia pada pemilu mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Ahok mengatakan dengan tegas bahwa Jokowi dan dirinya tidak memikir sampai sejauh itu. Sebab, jika mikir perihal Capres maka konsentrasi kerja memajukan Jakarta akan terbengkalai.

"Kita nggak mikir, Pak Gubernur juga gak mikir itu. Soalnya kalau kita mikirin itu kita gak bisa kerja," ujar Ahok di Jakarta, Sabtu (16/3).

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku pekerjaan sebagai gubernur dan wakil gubernur cukup menyita banyak waktu, pikiran dan tenaga. Belum lagi, agenda seremonial yang bejibun.

"Kita belum mikir macam-macamlah, andai-andai. Partai juga dari mana, yang penting ini dulu deh," tegasnya.

3. Puyeng ngurus Jakarta
Ahok mengatakan jika Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri merestui Jokowi maju sebagai Capres, maka ia tidak dapat berbuat apa-apa. Untuk itu, Ahok meminta untuk menanyakan langsung ke Jokowi.

"Mana tahu Pak Prabowo dan Bu Mega merestui gimana. Dzu'uzon saja. Tanya ke Pak Jokowi deh, gue enggak tahu," katanya sembari tertawa beberapa waktu yang lalu.

Sembari bercanda, Ahok mengaku jika Jokowi dan dirinya menjadi pasangan Capres-Cawapres maka banyak yang akan bergunjing. "Kalau Pak Jokowi capres, aku diajak gimana, pasti mau gosip kan gosip saja. Belum sudah setahun kerja sudah digosipin," katanya.

Ahok mengaku mengurus Jakarta yang ruwet dan semrawut membuatnya stres, apalagi jika mengurus Indonesia yang cakupannya lebih luas dari Ibu Kota.

"Ini saja udah puyeng (sambil nunjuk-nunjuk tumpukan surat di meja kerja), ngurus Jakarta saja sudah mabok, ngurus rumah susun saja saya sampai marah-marah kemarin, gimana ngurus seluruh Indonesia," jelasnya.

4. Ahok pilih jadi presiden, bukan gubernur

Ahok lagi-lagi tidak mau menanggapi serius saat ditanya apakah dirinya siap menjadi gubernur DKI Jakarta jika ditinggal Jokowi nyapres. "Aku mau jadi presiden, bukan gubernur. Lu tulis tuh, aku mau jadi presiden, bukan gubernur. Kamu tulis itu," ucap Ahok sembari tertawa di balai kota Jakarta, Rabu (22/5).

Lantas, ia juga balik bertanya, apakah Jokowi benar-benar menyalonkan diri sebagai pemimpin Indonesia untuk 2014. Pasalnya, ia menilai Megawati sebagai Ketum PDIP masih berambisi sebagai capres.

"Emangnya Pak Jokowi nyalon? Kan Bu Megawati," katanya.

Namun, ketika ditanya kembali siapa capres ideal 2014 antara Jokowi dan Prabowo Subianto. Ahok pun balik menimpali dengan bercanda. "Kenapa kamu gak tanya aku nyalon presiden apa gak sih?" candanya.

Ahok : Cowboy dari Belitung Timur

[imagetag]
Pemprov DKI Jakarta terus mengupayakan optimalisasi perjanjian hubungan kerja dengan pihak swasta. Beberapa perusahaan dengan pemilik berlabel pengusaha nasional coba menghindari kewajiban, terus diberi peringatan hingga langkah hukum ke meja hijau.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mencium penyimpangan kontrak kerja sama dengan beberapa perusahaan sudah terjadi beberapa tahun terakhir. Kini pria yang akrab disapa Ahok itu mulai gerah dengan masalah tersebut.

Saat ini, beberapa kasus muncul satu persatu dengan perusahaan swasta tersebut. Sebagian besar perusahaan yang terlibat, rata rata berlatar belakang properti dengan status pemilik yang merupakan pengusaha besar di negeri ini. Berikut 4 pengusaha besar yang 'dilawan' Ahok seperti dirangkum merdeka.com:

1. Grup Bakrie 
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memiliki cara tersendiri untuk membuat jera Bakrie Land Development yang selalu mangkir dalam memenuhi kewajiban untuk membangunkan fasilitas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Cara yang akan dilakukan dengan jalan tidak akan memuluskan pemberian izin pembangunan pada lahan milik Bakrie.

Selama ini Bakrie Land dinilai selalu menjual lahan miliknya kepada pengembang lain. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari pemenuhan kewajiban terhadap Pemprov.

"Dia mau jual kepada Pertamina. Dia juga jual kepada Sinarmas Group, kalau enggak salah. Nah, begitu Sinarmas Group mengajukan izin kepada kita, tahan! Dia bilang kan kami beli, ya kalau kita enggak tahan enak dong. Kewajibannya hilang dong. Kita enggak mau tahu. Supaya enggak ada lagi yang berani beli tanah dia kalau gitu. Ya kan? Kamu kalau enggak mau bereskan, kita enggak mau tahu. Enggak boleh dikerjain. Gitu caranya," ungkap Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (12/6).

Namun, Ahok tak akan jera untuk terus menagih Bakrie Land Development dalam memenuhi kewajiban untuk membantu Pemprov membangun fasilitas.

"Ditagih terus, mereka sekarang alasan, tanah pemda mana? Ya sudah kamu main begitu boleh," katanya.

Saat ini, ia menyuruh Jakpro untuk menyiapkan lahan 45-100 hektar di Cilincing Jakarta Utara yang nantinya akan dipergunakan sebagai bank tanah. Sehingga, pembagian lahan nantinya 20 persen dikomersilkan oleh Jakpro dan 80 persen dapat dipergunakan para pengembang untuk memenuhi kewajiban.

"Jadi kalau pengembang mau bangun rusun, ini tanahnya Jakpro kamu bangunin. Kayak gitu caranya. Cara mainnya begitu dong. Dia kan ngajak main begitu. Dia bilang enggak ada tanah Pemprov, ya sudah. Kalau kita mau beli tanah kan repot juga pemprov kan? Tunggu duit turun, tanah udah naik. Tugasin saja Jakpro beli tanah," jelasnya.

2. PT JIExpo


Paling terhangat disinyalir perseteruan terkait pembagian fee antara PT JIExpo selaku penyelenggara Pekan Raya Jakarta (PRJ) dengan Pemprov DKI Jakarta. Komisaris Utama PT JIExpo adalah Murdaya Poo, seorang pengusaha besar.

Pemprov DKI Jakarta menilai konsep pesta tahunan warga Jakarta itu mulai bergeser. Beberapa tahun terakhir, industri-industri besar mendominasi stan yang ada.

Ahok sendiri berencana, memindahkan PRJ dari Kemayoran, Jakarta Pusat. Konsepnya pun akan dikembalikan seperti semula. Pengisi stan yang ada didominasi industri kreatif dan rumahan serta pusat kuliner khas Jakarta.

Saking emosinya, mantan Bupati Belitung itu menyebut perusahaan milik suami terpidana suap Buol itu kurang ajar. Pasalnya setiap kali Pemprov DKI mau membuat stan akan dikenakan biaya senilai Rp 4 miliar.

"Tapi kalau mau jujur PT JIExpo juga kurang ajar. Masa Pemerintah mau bikin stan malah disuruh bayar mahal Rp 4 miliar. Tadinya saya bilang kalau dinas enggak boleh ikut semua. Akhirnya disepakati bahwa tahun ini dapat gratis tapi cuman tahun ini," jelasnya.

3. PT Priamanaya Djan Internasional
 
Kasus yang meruncing lainnya, status pelanggaran perjanjian antara PD Pasar Jaya terkait blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat dengan PT Priamanaya Djan International (PDI) yang dimiliki Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) hingga memasuki Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

Pengadilan Negeri Jakarta Timur menghukum pengelola Blok A Pasar Tanah Abang, PT Priyamana Djan Internasional (PDI) membayar denda sebesar Rp 8 miliar. Majelis hakim menyatakan perusahaan itu terbukti melakukan pelanggaran perjanjian dengan PD Pasar Jaya.

Tidak sampai di situ, PN Jakarta Timur mengabulkan gugatan PDI proses pengelolaan Blok A Pasar Tanah Abang. Rencananya Pemprov DKI akan melakukan banding terkait hal tersebut.

"Salah satu isi sumpahnya adalah mempertahankan aset yang dimiliki Pemprov DKI agar jangan sampai hilang. Saya berada di bawah sumpah jabatan. Seluruh pasar tradisional itu adalah 100 persen aset Pemprov DKI yang dikelola oleh PD Pasar Jaya. Ya saya disumpah untuk mempertahankan aset ini," ujar Ahok di Mal Ciputra, Sabtu (11/5).

Karena itu, bila sidang putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur memenangkan gugatan PT Priamanaya Djan International (PDI), maka Pemprov DKI akan melakukan langkah banding terhadap putusan tersebut. Hal itu karena sudah kewajiban bagi Pemprov DKI dalam mempertahankan asetnya.

"Lagian kita juga sudah pegang hasil audit investigatif BPKP kok. Selain mengajukan gugatan balik, kita akan minta PT PDI membayarkan kerugian negara yang telah dia timbulkan yaitu sebesar Rp 179 miliar," katanya.

4. Perusahaan properti nasional 
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja terus mendesak perusahaan pengembang besar yang hingga kini belum juga melakukan kewajiban kepada Pemprov DKI Jakarta.

Seharusnya, perusahaan yang bergerak di bidang properti tersebut harus melakukan kewajibannya menjalankan kewajiban 20 persen untuk membantu Pemprov DKI dalam membangun fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos fasum).

Pembangunan taman, jalan, RTH itu bagian dari kewajiban pengembang untuk menyerahkan kewajiban minimal lahan tanah seluas 5000 meter persegi. Kewajiban pengembang ini merujuk SK Gubernur Nomor 41 Tahun 2001 tentang Tata Cara Penerimaan Kewajiban dari Para Pemegang SIPPT. SIPPT Adalah Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah.

"Kita udah tekan (Epincentrum). Udah tekan. Kita udah tau dia jual ke orang. Kita tekan. Makanya kalau gak mau bayar kita mau ini. Kita udah kirim surat kok," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (12/6).

Kepala Biro Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Pemprov DKI Vera R Sari mengatakan, tidak hanya Grup Bakrie yang ditagih, masih banyak pengembang lain yang tidak menjalankan kewajibannya. "Summarecon, Agung Podomoro, Agung Sedayu Group. Yang gede-gede itu," kata Vera.

Seharusnya, pengembang-pengembang besar itu menyumbang fasos dan fasum. "Tergantung rencana kota, jadi misal punya lahan lalu lahan kita di overlay tata rencana kota yang ada, 5.000 meter persegi minimal, nah itu kalo di sana ada taman, jalan, RTH itu bagian dari kewajiban pengembang untuk menyerahkan," jelasnya.

Ahok punya 4 pulau pribadi di Babel !

 
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat di kampung halamannya, di Bangka Belitung, Sabtu (14/9/2013). | Kompas.com/Kurnia Sari Aziza
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ternyata memiliki empat pulau pribadi di Kepulauan Bangka Belitung. Untuk diketahui, Kepulauan Bangka Belitung memiliki ratusan pulau. Setidaknya tercatat ada sebanyak 168 pulau kecil di daerah yang terkenal dengan tambang timah tersebut. 
"Saya diwariskan bapak saya 3-4 pulau, tapi ke ibu saya lho. Ha ha ha," kata Basuki, di Belitung Timur, Sabtu (14/9/2013).

Empat pulau di Kepuluan Bangka Belitung itu merupakan warisan dari sang ayah Indra Tjahaja Purnama (Kon Nam) yang merupakan pengusaha timah dan pasir terkenal di Belitung. Pulau-pulau tersebut ditanami dengan pohon kelapa. Karena Basuki telah menjadi pejabat negara, harta kekayaannya telah dilaporkan semua kepada lembaga terkait.

"Kita laporkan semuanya. Karena sebagian juga harta saat saya masih menjadi pengusaha," kata Basuki.

Pria yang akrab disapa Ahok itu kemudian menceritakan kalau temannya pernah berujar kepadanya bahwa seorang kaya itu adalah yang memiliki rumah, apartemen, gunung, pantai, hutan, dan pulau sehingga Basuki dianggap sebagai orang kaya oleh temannya.

"Padahal teman saya itu orangnya kaya sekali. Tapi, saya dianggap lebih kaya dari dia, karena dia enggak punya gunung, pantai, dan hutan. Ha ha ha," katanya seraya tertawa.

Pulau-pulau Basuki yang telah ditanami dengan pohon kelapa itu awalnya akan dijadikan sebagai produsen santan. Ayahnya memiliki ide untuk mengolah pohon kelapa itu menjadi santan dalam kemasan. Namun, ide tersebut tidak dilanjutkan karena tidak ada yang mengakomodasi.

Saat itu, beberapa warga desa ada yang menimpali kalau barang dagangannya tidak akan laku karena produknya sudah tidak segar lagi. Padahal, sekarang produk santan kemasan diminati oleh warga Indonesia pada umumnya.

Agar ide itu tidak sia-sia terbuang, ayahnya menyekolahkan Basuki di Jakarta guna menyalurkan ide-ide yang muncul saat berada di kampung halamannya. Salah satu contoh adalah ide mengembangkan kelapa menjadi santan kemasan. Kalau di Belitung Timur, produk itu dipandang sebelah mata. Namun jika sudah masuk kota, maka produk itu justru diminati warga.

Cetak foto di atas coffe latte

 
Mesin printer yang diperkenalkan oleh perusahaan minuman asal Taiwan, Let's Coffee, ini mungkin akan dimusuhi oleh para pelaku seni menggambar dalam minuman kopi (Latte Art).

Bagaimana tidak, mesin vending yang selalu ada di toko swalayan Family Mart Taiwan ini dapat "melukis" wajah konsumen dengan sangat akurat dan juga menawan.

Latte art merupakan seni menghias atau menggambar di atas permukaan latte. Latte sendiri dapat diartikan sebagai kopi hangat yang dicampur dengan susu panas.

Proses pembuatan lukisan wajah ini tidaklah terlalu sulit. Seperti dikutip dari Digital Trends, Senin (24/6/2013), konsumen hanya perlu mengambil foto yang diinginkan di perangkat smartphone sebelum mengirimkannya ke mesin priter tersebut.

Setelah diunggah ke mesin, printer akan mencetak foto di bagian busa kopi dengan menggunakan bubuk coklat. Selain gambar, konsumen juga bisa menambahkan teks.


Berdasarkan sample foto dari perusahaan tersebut, terlihat bahwa mesin ini mampu mencetak foto di minuman kopi dengan sangat akurat.
 
Pihak Let's Coffee sendiri mengungkapkan, mesin printer latte ini merupakan senjata utama atau nilai tambah mereka untuk bersaing dengan perusahaan minuman kopi lain yang sudah memiliki nama besar. Faktanya, Let's Coffee mengaku sudah mulai sukses berkat penawaran menarik ini.

Apotek Ruwet di India

India memang dikenal memiliki banyak keunikan yang bahkan kita akan mengerutkan kening. Seperti misalnya saat jalan-jalan di New Delhi tak sengaja menemukan sesuatu yang gila.

Disana terdapat sebuah apotek. Ya sebuah apotek. Nama apapteknya tidak tahu karena ditulis dalam huruf Hindi. Namun apabila menyaksikan dari dekat, kita yang sering mendapat pelayanan dan suasana nyaman dan tertib di apotek akan, sekali lagi terbelalak melihat pemandangan ini.

 
Sang apoteker Berantakan sekali, mana mungkin menemukan obat yang tepat kalau begini? 
 
Para pasien sedang mendapat penjelasan obat yang diresepkan. Gila ini apoteker Kita akan berpikir sungguh sulit menemukan obat yang dipesan oleh resep dokter. Namun sang apoteker santai saja. Ia dapat menemukan obat resep dokter walau sedikit lama. Namun waktu yang dibutuhkan masih daat dibilang cepat. Luar biasa!