Sunday, 10 November 2013

10 orang terjelek di dunia

Bukan berniat untuk menghina apalagi merendahkan orang - orang yang memiliki wajah jelek, namun hanya sekedar untuk tambahan pengetahuan bagi kita sehingga membuat kita menjadi bisa lebih bersyukur atas wajah yang kita miliki.

10 daftar orang terjelek di dunia bukan hanya terdiri dari orang - orang yang memiliki wajah jelek sejak lahir namun juga terdapat orang yang wajahnya menjadi jelek karena salah perawatan. Perawatan yang berlebihan tanpa pengawasan dari dokter memang beresiko tinggi terjadi kerusakan wajah. Faktor lain penyebab wajah seseorang menjadi jelek adalah bisa karena faktor keturunan ataupun faktor kelainan genetika.


01.




02.


03.


04.


05.


06.


07.


08.


09.


10.

Kisah Penyapu Masjid


Perempuan hitam yang biasa menyapu masjid itu meninggal dunia. Nabi saw tidak diberi tahu oleh para sahabat akan kematiannya.

Maka,
saat Nabi masuk masjid dan tidak melihatnya, beliau bertanya tentang perempuan itu, “Di mana dia dan apa kabarnya?” Para sahabat baru menyampaikan bahwa ia telah meninggal dunia.

Ada kesan para sahabat menganggap kecil urusan tersebut sehingga merasa tak perlu mengabarkannya kepada Nabi.


Nabi (marah seraya) berkata, “Mengapa kalian tidak memberitahukan hal itu kepadaku? Tunjukkan di mana kuburannnya!” Lalu, Nabi pun mendatangi kuburannya dan shalat (jenazah) di atasnya.


Kisah di atas disebutkan dalam kitab Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dan kitab-kitab hadis lainya. Maka, kisah di atas adalah sahih, tak ada keraguan.

Dalam riwayat Baihaqi, perempuan itu bernama Ummu Mihjan. (Lihat: Subulus Salaam). Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari kisah tersebut. Pertama, betapa besar kecintaan dan perhatian Nabi terhadap umatnya.

Nabi
sangat mencintai dan memperhatikan umatnya, baik laki-laki maupun perempuan, yang kaya maupun yang miskin, yang putih maupun yang hitam, dan yang tua maupun yang muda. (Baca QS at-Taubah: 128).

Kedua, pemimpin itu tidak hanya memperhatikan umatnya dari sisi urusan dunia, tapi juga yang lebih penting adalah urusan akhiratnya. (Lihat QS at-Tahrim: 6, al-Hajj: 41).

Ketiga, pentingnya shalat jenazah. Karena itu, boleh shalat jenazah di atas kuburan terkhusus bagi yang belum menshalatinya (Lihat: Syarh Shahih Muslim, Imam Nawawi).

Keempat, Islam tidak mengklasifikasikan manusia atas dasar status sosial, ekonomi, warna kulit, dan keturunan. Meski tukang sapu, hitam warna kulitnya, dan miskin, bila ia termasuk orang-orang yang bertakwa maka mulialah ia (Baca: QS al-Hujurat: 13).

Kelima, tidak boleh meremehkan orang lain karena kondisi keduniaannya. Nabi segera meluruskan sikap para sahabat yang ada kesan meremehkan urusan perempuan tukang sapu itu. Meremehkan seseorang bisa mengakibatkan kesombongan.


Keenam, keutamaan tawadhu. Orang yang mulia bukanlah orang tinggi hati dan meremehkan orang lain. Sebaliknya, yaitu orang yang rendah hati dan suka menghormati orang lain.

Cari di dunia ini kalau ada pemimpin yang mau menshalati jenazah seorang perempuan miskin tukang sapu di atas kuburannya selain Nabi Muhammad. Betapa rendah hatinya Nabi Muhammad ini. Semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepadamu ya Rasulallah.

Ketujuh, besarnya keutamaan orang yang memakmurkan masjid, baik laki-laki maupun perempuan. Kalau tukang sapunya saja sedemikian sangat dimuliakan hingga Nabi harus mencari kuburannya dan
shalat (jenazah) di atas kuburannya, tentu mulia pula siapa saja yang memiliki peran yang sangat baik terhadap masjid.

Nabi bersabda, “Kalau kamu melihat ada orang yang suka ke masjid-masjid, saksikan bahwa ia benar-benar beriman.” (HR Tirmidzi). Bukan hanya itu, bahkan setiap langkah kaki orang yang menuju masjid semuanya bisa menghapus dosa dan mengangkat derajat.

Isra Mi’raj pun yang kita yakini sebagai mukjizat agung Nabi Muhammad ternyata tidak lain dan tidak bukan adalah merupakan perjalanan dari masjid ke masjid dan kembali lagi ke masjid.

Nabi berangkat dari Masjidil Haram, lalu ke Masjidil Aqsha, dan terus ke langit singgah di Baitul Makmur masjidnya para malaikat, lalu naik dan terus turun kembali ke Masjidil Haram.

Maka, siapa saja yang memakmurkan dan memiliki perhatian yang sangat besar terhadap masjid niscaya dimuliakan oleh Allah SWT. Wallahu waliyuttaufiiq.

Masjid Ter-Modern di Dunia

Masjid Paling Modern di Dunia

Rancangan modern, ramah lingkungan, serta nyaman bagi penghuninya tidak hanya menjadi milik hunian-hunian komersial. Kini, rancangan semacam itu juga sudah waktunya menjangkau rumah-rumah ibadah.
Hal ini seperti yang tengah dilakukan arsitek asal Italia, Paolo Venturella, pada masjid di kota Pristina, Kosovo. Paolo merancang bangunan masif dan solid untuk masjid ini dengan menggabungkan dua elemen utama masjid, yaitu kiblat dan kubah dalam sebuah desain modern.
Hampir semua bagian masjid ini dirancang sebagai perlambang. Guratan-guratan dan lengkungan yang ada di sekujur permukaan bangunan akan mengarah ke dinding kiblat, menunjuk ke Mekkah. Karena itu, guratan-guratan tersebut tidak hanya memiliki fungsi estetis, tetapi juga berfungsi sebagai penanda arah kiblat.
Tak hanya itu. Bentuk melengkung kubah pada masjid ini membentuk sebuah ruang komunal. Ruangan tersebut dapat digunakan oleh jemaah yang berkumpul dan melakukan shalat berjemaah.
Adapun ruang shalatnya dibagi menjadi dua ruang terpisah. Area lebih kecil digunakan untuk shalat setiap Senin hingga Kamis. Sementara itu, ruang lebih besar secara khusus digunakan untuk shalat Jumat atau peringatan-peringatan besar Islam.
Double skin
Setiap ruang memiliki desain bertingkat. Pria dan wanita berada dalam tingkat berbeda. Selain itu, ruang-ruang serbaguna yang dapat digunakan sebagai ruang edukasi, sosial, administratif, dan komersial juga tersedia, tetapi terpisah dari batas suci dan ruang-ruang berdoa.
Masjid ini juga menerapkan teknologi lapisan ganda (double skin) yang kini mulai populer dalam desain bangunan ramah lingkungan. Fasadnya dilapisi dengan fotovoltaik yang mampu memanen energi bagi masjid dan pelayanan lainnya.
Bentuk masjid ini sendiri sangat memberikan keuntungan tersendiri. Permukaannya secara spesifik memiliki desain yang mampu mengoptimalisasi sorotan sinar matahari sepanjang hari. Namun, bagi jemaah, sinar matahari mampu menciptakan penerangan tidak langsung.
 

 Permukaan dinding juga mampu menjadi jendela bagi mereka. Dinding penanda kiblat yang menghadap ke selatan juga berfungsi sebagai elemen rumah kaca. Dinding ini "menangkap" panas dan melepaskannya pada interior masjid dalam musim dingin.

Masjid Hazrat Sultan: Masjid Terbesar Di Asia Tengah Yang Sungguh Cantik

Masjid merupakan pusat ibadat bagi umat Islam di seluruh dunia..Ia juga merupakan kawasan yang dianggap suci malah, kebersihan serta kecantikkan di kawasan sekitarnya amat dititikberatkan dan pelu dijaga dengan baik..Di Kazakhstan, terdapatnya sebuah masjid yang terbesar di Asia Tengah dan dianggap sebagai salah satu masjid yang paling bersih.. 

Masjid "Hazrat Sultan" yang terletak di Astana, Kazakhstan, merupakan masjid terbesar di Asia Tengah. Masjid ini telah dibina dengan bercirikan gaya Islam klasik dengan perhiasan tradisional masyarakat Kazakhstan. Masjid ini boleh memuatkan sehingga 5,000 orang jemaah pada satu-satu masa dan 10,000 jemaah pada waktu cuti perayaan.

Masjid ini mempunyai keluasan lebih dari sebelas hektar manakala jumlah kawasan semua struktur adalah sama dengan 17,700 meter persegi. Masjid ini juga mempunyai empat monarets (menara) pada setiap penjuru, di mana setiap satunya adalah 77 meter tinggi.

Masjid "Hazrat Sultan" juga mempunyai kubah yang terbesar di Kazakhstan - tingginya ialah 51 meter dan lebar sebanyak 28 meter.
































Ikut Bikin Masjid, Pria Amerika Memeluk Islam


Dari kota metro New York, Umar Abdul Aziz memilih pindah ke Abiquiu, sebuah kota kecil di New Mexico. Mencari pekerjaan, demikian niat awalnya pindah. Ia merupakan seorang pekerja konstruksi yang tergiur ikut serta pada proyek pembangunan besar di Abiquiu. Ya, Umar melamar menjadi tukang bangunan masjid.

Tapi, siapa sangka kepindahannya ke Abiquiu merupakan pintu awal menuju hidayah. Bekerja membangun masjid bersama pekerja Muslim membuat Umar jatuh hati pada agama ini.

"Aku benar-benar menikmatinya. Itu adalah pengalaman yang indah," ujar Umar menggambarkan perasaannya saat menjadi bagian dari pembangunan masjid Abiquiu.

Kisah Umar memang berawal dari kesulitan hidup karena menganggur. Ditambah lagi, ia harus menafkahi dua putranya yang saat itu masih berusia sembilan dan 10 tahun. Umar sempat pindah ke Santa Fe dan tinggal bersama adiknya di sana.

Tapi, di kota tersebut Umar tetap saja tak mendapat pekerjaan. Hingga pada suatu pagi, ia membaca sebuah artikel surat kabar mengenai yayasan yang berencana membangun masjid di Abiquiu. Dengan keahlian pertukangan yang ia miliki, ia pun bersemangat untuk mendaftar sebagai pekerja konstruksi di yayasan tersebut.

Keesokan hari, dengan semangat Umar menuju Abiquiu dengan mengendarai truk tua milik adiknya. Ia melamar kerja dan langsung diterima. Ia pun senang bukan kepalang, akhirnya pekerjaan yang ia impikan datang juga. Tak banyak membuang waktu, Umar segera mengemasi barang-barang dan pindah dari rumah adiknya menuju Abiquiu. Di kota kecil itu, dia dan putranya tinggal di sebuah kamp di belakang masjid. Banyak pekerja konstruksi masjid yang tinggal di sana.

Sejak saat itu, Umar pun bertetangga dengan beberapa Muslim. Sosialisasi yang menyenangkan dirasakan oleh Umar. Ia sering kali diajak masak, sarapan, dan jalan-jalan bersama. Setiap kali waktu Subuh tiba, para Muslimin telah terjaga. Umar pun terbiasa mengikuti ritme mereka. Saat bekerja membangun masjid pun mereka menjadi teman yang menyenangkan.

"Kami tinggal di perkemahan di belakang masjid dan kami tinggal sepanjang musim panas. Saat itu, kami amat sangat menikmati. Anak-anak saya benar-benar menikmatinya dan itu adalah pengalaman yang indah," ujar Umar.

Itulah kali pertama ia tertarik pada Islam. Umar pun merasakan budaya yang beragam tak membuat teman-teman Muslimnya itu tak akur. Satu Tuhan dan satu agama membuat beragam etnis hidup rukun. "Aku bertemu banyak orang baik dari tim kerja yang tinggal di desa Abiquiu. Jadi, itu adalah tim yang amat beragam. Aku bertemu Muslim dari Amerika, Eropa, Turki, dan Arab yang ikut serta dalam proyek pembangunan masjid ini," kata Umar.

Saat mengerjakan proyek masjid, ia mendapat kesempatan untuk belajar teknik bangunan. Menurut Umar, masjid yang dibangun di Abuquiu itu merupakan masjid pertama di Amerika yang bahan bangunannya dari batako. Lengkungan kubah ala Mesir yang tak pernah dijumpai di Amerika diterapkan saat membuat masjid tersebut. Sebagai pencinta konstruksi, Umar pun merasakan kebahagiaan saat ikut membangunnya. "Banyak orang New Mexico yang datang kemari untuk belajar bangunan ala Mesir," tuturnya.

Alhasil, selama bekerja membangun masjid, hidupnya yang selama ini terlunta tiba-tiba menjadi hal yang menyenangkan. Ia sangat bahagia dapat bergabung bersama Muslimin. Bergaul dengan Muslimin membuatnya mengenal Islam. Sehingga, bukan hanya rezeki yang ia dapat setelah bekerja di sana, hidayah pun kemudian merasuki lubuk hati Umar. Ia mempelajari agama Islam, kemudian memantapkan diri di atas agama yang diridhai Allah. Ia pun memeluk Islam pada 1969.

Masjid2 yg dulunya gereja...

Masjid dan gereja adalah bangunan suci bagi agama tertua di dunia yakni Islam dan Kristen. Meskipun memiliki ajaran yang berbeda, namun baik Islam dan Kristen memahami bahwa ada kekuatan besar yang menguasai kehidupan ini yakni Tuhan Yang Maha Esa.

Di seluruh dunia, tersebar banyak sekali kisah-kisah toleransi antar umat beragama terutama antara umat Islam dan Kristen. Tak terkecuali dengan pembangunan tempat suci mereka yang kadang berdampingan. Bukan itu saja, ada juga kisah-kisah masjid yang menjadi gereja dan juga sebaliknya.
Dengan berbagai alasan, ada bangunan-bangunan gereja di dunia ini yang berubah fungsi menjadi masjid. Bahkan arsitektur di dalam ruangan masih menampilkan kemegahan gereja, seperti apa indahnya? Simak berikut ini.


1. Masjid Didsbury
 
 Kota Manchester di Inggris tak hanya terkenal karena dua klub sepakbola Manchester United dan Manchester City. Namun di kawasan Burton Road, Didsbury Barat ada sebuah masjid Didsbury yang terkenal. Bangunan masjid itu bekas gereja komunitas Metodis dan merupakan bangunan kuno yang berdiri sejak 1883. Tahun 1962 gereja itu ditutup dan beralih menjadi masjid serta pusat agama Islam. Bentuknya yang menyerupai gereja masih dirawat sampai saat ini. Tak hanya itu, bagian dalam pun masih menyerupai gereja hanya saja memiliki mimbar untuk imam. Sungguh indah.


2. Masjid Brent
 
Masjid Brent ini terletak di Chichele Road, London dan bisa menampung 450 jamaah. Dulunya bangunan ini adalah sebuah gereja dan masih bisa kamu lihat dari luar. Karena bentuknya memang tak banyak berubah hanya ditambah kubah kecil berwarna hijau di beberapa bagian dan puncak menara. Meski kecil, masjid ini membuktikan bahwa Inggris menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan Muslim tercepat


3. Masjid New Peckham
 
Masjid New Peckham ini terletak di dekat taman Burgess di London Selatan. Dulunya gedung masjid ini adalah bangunan gereja St. Marks Cathedral. Bagian atas masjid bahkan menjadi salah satu pusat kebudayaan Islam dengan sebuah mimbar khusus imam dan kipas angin sederhana. Meskipun seperti bangunan rumah biasa, tak mengurangi nilai indah Islam di sana.


4. Masjid Agung Cordoba
 
Awalnya bangunan ini adalah gereja Katholik yang dibangun pada tahun 600 bernama St. Vincent. Tapi saat Dinasti Umayyah menguasai kawasan Andalusia, gereja itu menjadi masjid. Mulai digunakan pada tahun 961, perlahan mimbar, mihrab dan menara ditambahkan di bangunan ini. Istimewanya, masjid Agung Cordoba menggabungkan arsitektur Rennaisance dan Moorish yang sangat tersohor di dunia. Keindahannya terlihat dari material marmer dan batu granit dan kaligrafi Al-Quran yang menghiasai dindingnya.


5. Hagia Sophia 
 
Pada masanya, Hagia Sophia (dikenal dengan Ayasofya dalam bahasa Turki) adalah gereja Ortodok. Pada tahun 1204-1261, bangunan ini menjadi gereja Katholik Roma. Tapi saat Konstantinopel dikuasai Dinasti Usmaniyah pada tahun 1453, Hagia Sophia diubah fungsinya menjadi masjid. Bagian altar katedral besar ini diubah menjadi mihrab dan mimbar suci dan ditambah 4 menara di sekitar bangunan. Hebatnya, arsitektur megah katedral Kristen bisa bergabung sangat cantik dengan indahnya kaligrafi Islam di berbagai sudut bangunan ini.


6. Masjid Jami' Brick Lane
 
Disebut dengan nama masjid Jami' Brick Lane karena masjid ini terletak di jalan Brick Lane nomer 52. Masjid dengan dinding bata merah ini menjadi masjid terbesar di London yang bisa menampung 4.000 jamaah namun tetap saja meluber sampai ke jalan raya saat ibadah salat Jum'at dilaksanakan. Awalnya bangunan ini adalah gereja Protestan yang didirikan semenjak tahun 1743. Bangunan ini sudah menjadi penyebaran agama Kristen, Yahudi, komunitas Ortodok sampai ditutup sementara pada 1960-an. Bangunan ini dibuka pada 1976 dengan nama baru, masjid Jami' Brick Lane.

7. Masjid Central Wembley 
 
Terletak di dekat jantung kota Wembley, kawasan itu memang memiliki komunitas Muslim yang cukup besar. Meski sudah memiliki kubah di bagian puncak menara, sisa arsitektur gereja masih tampak jelas. Dulunya bangunan ini adalah gereja Protestan namun akhirnya dibeli oleh komunitas Muslim pada 1993. Selama 3 tahun bangunan ini direnovasi dan akhirnya menjadi sebuah ruangan besar untuk ibadah umat Islam.  

Masjid Hindu di Aceh

Masjid Indrapurwa Banda Aceh (Foto: Salman Mardira/Okezone)

MASJID Indrapurwa berdiri gagah di kaki bukit Lampague, sekira 400 meter dari bibir pantai. Dibangun di atas reruntuhan pura sisa Kerjaan Hindu Aceh ratusan tahun silam, masjid tersebut menyimpan sejarah panjang Serambi Makkah.
Masjid Indrapurwa yang terletak di Gampong Lambadeuk, Kemukiman Lampague, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, merupakan salah satu masjid tertua di Aceh. Masjid tersebut sempat lenyap disapu tsunami pada 2004, kemudian dibangun kembali sebagai pusat aktivitas agama dan sosial masyarakat setempat.
Indrapurwa adalah satu dari tiga Kerajaan Hindu yang menguasai Aceh sebelum masuknya Islam. Dua lainnya adalah Indrapatra di Ladong, Kecamatan Krueng Raya, dan Kerajaan Indrapuri di Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar. Ketiga kerajaan ini membentuk segi tiga Aceh atau Aceh Lhee Sagoe.
Sebuah riwayat menyebut, Masjid Indrapurwa dibangun seangkatan dengan Masjid Indrapuri pada masa Sultan Iskandar Muda memimpin Kerajaan Aceh Darussalam pada periode 1607-1636 M.
Serupa dengan Masjid Indrapuri, Masjid Indrapurwa juga dibangun di atas pertapakan reruntuhan pura, tempat peribadatan umat Hindu Kerajaan Lamuri.
Lamuri adalah cikal bakal Kerajaan Aceh Darussalam. Pura yang menjadi pondasi masjid ini diperkirakan dibangun sekira abad X.
Ketika Islam mulai berkembang di Aceh, Kerajaan Hindu Lamuri takluk dan berganti dengan Kerajaan Aceh Darussalam. Raja Ali Mughayat Syah yang sudah masuk Islam, dinobatkan sebagai sultan pertama yang berkuasa dari 1496 hingga 1528 M. Rakyatnya kemudian ramai-ramai memeluk Islam, sejumlah pura yang ada pun diruntuhkan.
Konon, Sultan Iskandar Muda yang terkenal adil dan berwibawa membangun masjid ini di atas reruntuhan pura agar pertapakannya tak mubazir. Terlebih lagi Islam maju pesat pada masanya berkuasa.
Menurut Keusyik (Kepala Desa) Lambadeuk, Faisal Mahmud, Masjid Indrapurwa awalnya terletak di Gampong Lambaro Kemukiman Lampague yang kini sudah menjadi laut atau dekat Pulau Tuan. Pulau Tuan sendiri masih jelas terlihat sekira tiga kilometer dari bibir Pantai Lambadeuk.
Karena tergerus abrasi, Masjid Indrapurwa kemudian dipindah dari pertapakan semula, ratusan meter dari bibir pantai sehingga sisa pura yang menjadi pondasi awal masjid kini tak terlihat lagi. Makam-makam Hindu yang dulu ada di sekitarnya juga sudah lenyap ditelan laut.
“Setahu saya dari cerita orang-orang dulu, masjid ini sudah empat kali dilakukan pemindahan karena digerus abrasi laut. Digeser-geser ke belakang hingga terakhir masuk ke Lambadeuk,” jelas Faisal.
Sayangnya tak ada catatan pasti tahun berapa pemindahan dilakukan. Ketika dipindah hingga ke Lambadeuk, bangunan masjid diyakini tetap mengikuti gaya dan arsitektur lamanya yang penuh nilai seni Hindu, beratap dua mengerucut ke atas, berdinding papan, dan pondasinya terbuat dari beton.
 
Di dalamnya ada mimbar kuno berukuran 2,5 meter, yang terbuat dari kayu bermutu tinggi, bentuknya berciri khas Hindu. Pintu dan puncak mimbar mengerucut dipenuhi ukiran dekorasi bunga-bunga berciri khas perpaduan Persia dan Hindu.
Sekelilingnya juga ada ukiran kaligrafi disertai angka Arab bertuliskan 1276 H. Tahun hijriah yang setara dengan 1858 M itu diyakini sebagai tahun pembuatan mimbar tersebut.
Di belakang masjid, selain ada kolam untuk berwudhu, juga ada sebuah peudana (Guci) kuno peninggalan Hindu. Air yang ada dalam guci itu dipercaya keramat. Warga yang berkunjung atau melepas nazar di masjid ini percaya membasuh muka dan kaki dengan air dalam guci ini, membawa berkah.
Air bekas menyucikan diri ini tertampung pada lubang yang dikorek rapi di lantai. Air dari dalam lubang itu juga sering diambil warga untuk membasuh mata karena dipercaya bisa menyehatkan indera pengelihatan.
Selain itu, tutur Faisal, di dalam masjid ini juga tersimpan sejumlah kitab-kitab kuno dan piring-piring keramik peninggalan Kerajaan Indrapurwa. Piring-piring tersebut sering digunakan saat ada ritual kenduri di masjid.
Karena jumlah penduduk yang terus bertambah, masjid ini tak mampu lagi menampung jamaah. Menurut Faisal, pada 1990-an, warga membangunan masjid berkonstruksi beton di sampingnya, tanpa mengganggu bangunan asli. Aktivitas seperti Salat Jumat atau salat berjamaah lima waktu dipusatkan di bangunan baru.
Namun, musibah datang pada Minggu, 26 Desember 2004. Gelombang tsunami setinggi sembilan meter meratakan bangunan masjid dan melenyapkan semua peninggalan sejarah di dalamnya. Rumah warga di sekitarnya ikut rata dengan tanah.
Sekira 600 orang warga Lambadeuk menjadi korban dalam musibah ini. “Dari sekitar 900 orang penduduk saat itu, hanya sekitar 300 yang selamat,” ujar Faisal.
Tak ada lagi kitab kuno, guci, piring-piring keramik dan tongkat khatib yangterbuat dari kayu hitam peninggalan Kerajaan Indrapurwa. Satu-satunya yang tersisa dari amuk laut adalah mimbar. Mimbar ini ditemukan tercampak di kaki bukit Lampague hampir satu kilometer dari pertapakan masjid. Kondisinya tak lagi utuh. Warga kemudian memperbaikinya untuk mempertahankan jejak sejarah Indrapurwa.
“Anda bisa lihat kayu yang kami gunakan sangat jauh berbeda dengan kayu bawaannya yang hitam mengkilap. Itu kayu zaman dulu yang tidak bisa kami temukan lagi sekarang. Kualitasnya sangat bagus,” tukasnya.
Masjid Indrapurwa dibangun kembali oleh Jepang dengan konstruksi beton setahun pascatsunami. Bentuk dan arsitekturnya mengikuti gaya modern, tak lagi mengadopsi gaya lama yang berciri khas Indra.
Di sudut pagar masjid didirikan tugu setinggi sembilan meter untuk menggambarkan ketinggian gelombang tsunami di sana. Di sampingnya ada sebuah prasasti yang berisi profil singkat Masjid Indrapurwa, tertulis dalam bahasa Aceh, Indonesia, dan Inggris. 

Masjid Yang Dibangun Oleh JIN



Dibangunkan sekitar abad ke-12 masihi, Masjid Nando yang terletak di Kampung Nando, Mali, Afrika Barat, hingga kini masih menjadi misteri terutamanya dari segi struktur dan reka bentuk bangunannya.

Kewujudan Masjid Nando adalah hasil dari pengaruh Islam ke Afrika Barat yang mula tersebar pada abad IX Masehi. Pada waktu itu, Islam dibawa oleh para pedagang Muslim dari suku Tuareg dan Berber. Kedua-dua suku ini merupakan suku nomad yang suka mengembara di gurun sahara selatan dan utara.

Bangunan Masjid Nando dikategorikan Unik, tidak ada marmar atau kubah sebagaimana masjid-masjid lain secara umumnya. Seluruh bangunan hanya dilapisi lumpur, termasuk lantai dalam masjid.



Bahkan bahagian tepi lantai, tetap dibiarkan lebih tinggi dari bangunan yang lain dan menyerupai pinggiran benteng dengan rekabentuk lama. Meski demikian, pada setiap sisi dalam bangunan masjid dihiasi dengan tulisan kaligrafi yang juga dibuat dari lumpur.

Menurut mitos masyarakat setempat, Masjid Nando tidak dibangunkan oleh manusia, akan tetapi oleh makhluk halus yang berbadan besar. Keyakinan ini diperkuat jika anda melihat struktur bangunan, bahan yang digunakan untuk membina masjid , serta adanya bekas tapak kaki besar pada salah satu sisi masjid.





Cegah Stroke dengan Jalan Cepat

Tahukah Anda? Penyakit stroke bisa kembali menyerang mantan penderitanya. Namun sebenarnya ada cara mudah agar stroke tidak kembali menyerang dan Anda bisa hidup sehat kembali seperti sediakala.

Diawali dari penelitian sederhana yang dilakukan oleh tim peneliti University Of The West Indies, Jamaika untuk menemukan cara pengobatan apa yang bisa dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja setelah terserang penyakit stroke. Tim dari universitas itu merancang program berjalan cepat selama 15 menit dengan intensitas waktu tiga kali seminggu dan terus meningkat hingga 30 menit dalam 12 minggu. Para peserta jalan kaki berjumlah 128 pria dan wanita. Rata-rata usia mereka 64 tahun dan mengalami stroke antara 6 dan 24 bulan sebelum memulai program latihan ini, dan dikuti oleh beberapa peserta lainnya yang sering melakukan terapi pijat sebagai bahan pembanding.

Cegah Stroke Datang Kembali dengan Jalan Cepat!

Hasilnya, kelompok yang aktif berjalan kaki mengalami peningkatan kualitas hidup sebesar 16,7 persen karena kesehatan fisik yang membaik dibandingkan mereka yang hanya biasa melakukan terapi pijat. Kelompok yang aktif berjalan kaki juga tercatat mampu menempuh jarak berjalan kaki yang lebih jauh selama 6 menit. Sementara kelompok yang terbiasa mendapat terapi pijat justru mengalami penurunan denyut jantung sebesar 6,7 persen setelah tiga bulan. 

Menurut Dr. Carron Gordon, staf komunikasi bagian penelitian di Asosiasi Stroke dan dosen terapi fisik, berjalan kaki adalah cara yang bagus untuk kembali aktif setelah stroke. “Familiar, murah, dan sesuatu yang orang bisa dengan mudah melakukannya,” ungkapnya seperti dikutip dari zeenews.com.
Ia juga menambahkan biasanya setelah stroke banyak orang takut jatuh dan kekurangan energi, bahkan sampai melakukan istirahat total dari kegiatan yang sering dilakukan seperti berbelanja atau mengunjungi teman-teman dan keluarga. “Agar kembali dapat melakukan aktivitas berintensitas tinggi seperti biasanya maka perlu melatih diri dengan jalan cepat secara teratur,” saran dari tim peneliti itu. 

Senapan2 Kelas Dunia Produksi PINDAD

 
 
PT Pindad (Persero) telah mampu memproduksi produk militer kelas dunia. Mengadopsi teknologi dan ilmu dari Eropa dan NATO (North Atlantic Treaty Organization), Pindad telah memproduksi puluhan senapan tipe ringan hingga berat.

Bahkan Pindad memiliki kemampuan memproduksi hingga 40.000 senjata berbagai tipe per tahun.

Dari senjata yang diproduksi, setidaknya ada produk senapan Pindad yang telah menjadi andalan.

Salah satunya, senapan serbu tipe SS2. Senapan ini, dirancang dengan konsep keandalan dan keakuratan yang bisa bersaing dengan M16 atau AK 47. Juga ada senapan sniper ala film Rambo, yang bisa menembak hingga jarak 2 km. Mau tahu apa saja senapan-senapan unggulan Pindad?

Senapan Serbu SS1
SS1 merupakan senapan serbu yang mengadopsi dan mengikuti lisensi senapan FN FNC dari perusahaan senjata Fabrique Nationale (FN), Belgia. Senapan yang telah diproduksi sejak 1988 ini sekarang telah banyak digunakan oleh kesatuan di TNI dan Polri.




SS-1 Pindad 

Bahkan telah diekspor ke mancanegara. Dengan 150 komponen dan mengadopsi teknologi Belgia, Pindad membantah senjata SS1 produksinya, mudah rusak. Pindad telah merancang dan mengembangkan SS1 sebanyak 6 varian. Varian SS1 tersebut, antara lain: SS1-V1, SS1-V2, SS1-V4, SS1-V5, SS1-M1, SS1-RM.

Senapan Serbu SS2
Pindad telah memproduksi senapan serbu SS2 sejak 2006. Kesatuan yang pertama kali menggunakan senjata hasil pengembangan SS1 ini adalah Kopassus TNI AD.


SS-2 Pindad 

Senapan ini, dirancang dengan tingkat kehandalan dan keakuratan tinggi. Bahkan mampu bersaing dengan senapan serbu tipe M16 buatan Amerika Serikat atau AK47 buatan Rusia. Dijual mulai harga Rp 8 juta per unit, SS2 dirancang dalam 4 varian, yakni: SS2-V1, SS2-V2, SS2-V4, SS2-V5.

Senapan Sniper
Pindad juga mampu memproduksi senapan untuk keperluan khusus seperti untuk pasukan penembak jitu atau sniper. Bahkan, senapan sniper tipe SPR-2, mampu menembak hingga jarak 2 KM. Senapan tipe ini, pernah muncul pada film Rambo. Selain SPR-2, pindad juga memproduksi senapan tipe SPR-1 dan SPR-2. Khusus senapan SPR-2 dan SPR-3, senjata ini telah digunakan oleh kesatuan elit TNI seperti Kopassus.


SPR-2 Pindad 

Senapan Anti Teror PM2
PM2 merupakan senapan anti teror yang mengadopsi atau menyerupai senjata H&K MP5 kaliber 9mm. Senapan ini, biasa digunakan oleh pasukan anti teror SWAT asal Amerika Serikat (AS) atau Densus Anti Teror 88 Kepolisian Indonesia dan Kopassus TNI AD.

Dengan konsep, hand machine gun, pindad telah memproduksi senjata yang mampu menembak hingga jarak 75 meter. Pindad memproduksi senapan anti teror ini, sebanyak 2 jenis, yakni: tipe PM2-V1 Dan PM2-V2.


Sub Machine Gun SMG Pindad PM2 

Senapan Mesin
Pindad terbukti menghasilkan berbagai tipe senjata. salah satunya, senapan mesin. Setidaknya Pindad telah memproduksi 3 tipe senapan mesin yakni SM2-V1. Senapan ini, mampu menembak hingga jarak 1,5 km. Kemudian ada SM-3 yang mampu menembak hingga jarak 1 km atau SM2-V2 yang mampu menembak hingga jarak 1,5 km.




Meriam
Pindad juga mampu memproduksi senjata kelas berat. Seperti Meriam tipe ME-105 mm Howitzer. Meriam ini mampu menembakkan amunisi hingga jarak 10,5 km. Selain senjata berat sekelas Howitzer, Pindad telah memproduksi 3 senjata penembak mortir keperluan operasi khusus. Seperti Mo-1 60 mm Commando, Mo-2 60mm LR dan Mo-3 81mm SB.

Sumur2 terindah di dunia...

Air adalah kehidupan bagi segala makhluk hidup. Air yang masih sering digunakan masyarakat saat ini selain air PDAM dan air sungai adalah air sumur. Tapi pernahkah anda melihat sebuah sumur yang sangat indah dan bisa dibilang paling indah di dunia seperti sumur yang satu ini?

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]