
Sejumlah kolektor barang peninggalan sejarah meramaikan pencarian koin emas yang diduga harta karun oleh ratusan warga di muara Sungai Gampong Pande, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh, Selasa (12/11).
Namun, mereka tidak turun langsung ke sungai untuk mencari koin-koin tersebut, namun membeli koin emas dari warga yang menemukan. Para kolektor mematok harga antara Rp300.000 hingga Rp500.000 per keping.
Menurut Abdullah, salah seorang warga Lampaseh, lokasi penemuan koin emas tersebut merupakan bekas makam kerajaan Aceh. "Awalnya pada Senin (11/11) sore seorang warga yang sedang mencari tiram menemukan sebuah peti, ia memukul peti itu dengan parang, lalu koin-koin emas itu berhamburan," ujarnya, Selasa (12/11).
Informasi keberadaan harta karun di Sungai Gampung Pande, Banda Aceh, itu beredar cepat. Dengan peralatan seadanya, seperti jaring, keranjang dan tudung saji, warga pun beramai-ramai berebut turun ke sungai.
Kawasan Gampong Pande, Banda Aceh, tercatat dalam sejumlah literaratur sejarah kerajaan Aceh. Di lokasi penemuan koin emas tersebut juga terdapat sejumlah batu nisan berkuran besar peninggalan sejarah.
Menurut Dr Husaini Ibrahim MA, sejarawan Aceh, kawasan itu masuk dalam wilayah pusat kerajaan di Aceh, sebelum masa Kerajaan Aceh Darussalam. "Gampong Pande menjadi kawasan industri dan pusat pembuatan segala bentuk hasil kerajinan dan kepandaian mengolah batu dan besi, termasuk membuat mata uang kerajaan," ujarnya.
Ia menambahkan, sebelum Kerajaan Aceh Darussalam berdiri, Gampong Pande merupakan salah satu pusat kerajaan di bawah Dinasti Meukuta Alam. Masyarakat setempat memang kerap menemukan barang-barang kerajinan kuno di kawasan tersebut.
No comments:
Post a Comment